Hari itu menjadi hari yang sangat melelahkan.
Aku berangkat dari rumah dengan "sirocknroll", kemudian dengan nada menyepelekan aku menunda keharusan untuk segera men-charge bensin, melewatkan sebuah pom bensin dan berlagak mensugesti sirocknroll agar bertahan sampai ke tujuan. Tapi,,tiba-tiba dia ngadat di pinggir jalan. Waduh'....bensin'e entek. Piye kie? Celingak-celinguk barang dua tiga menit, aku melihat ada yang menjual bensin eceran. Aku memutuskan untuk menggiringnya ke sana. Sampai. Daaann,,,dia di beri suplemen-nya. Trrrkkkk...! Trrrrkkk! Mmmmm...rocknroll tetap TIDAK menyala. wow! kamu ngambek yaaa? pikirku. Aku berjuang mati-matian dengan cara "diselo",,tetep ora murup lek. Waduh'..Sial sekali pemirsa dia ternyata tak seindah bodynya. hahaha. Kebetulan ada mas-mas yang tadi tanpa sengaja sedikit tersenggol motornya. Dia melihatku. Senyum sampai akhirnya menghampiriku dan menawarkan tindakan pertolongan pertama. Tapi, sudah sekitar 10 menit dia me-nyelo,,tak kunjung hidup juga. Akhirnya dia membujuk untuk mengantar saya pulang dengan motor di-dorong olehnya. Arrrgh! Tidaaakk. Benar saja,, aku lebih suka dia mendorongkan rocknroll sampai ke bengkel di banding ke rumah, pikirku, karena tidak akan menyelesaikan permasalahan jika aku bawa pulang.
Akhirnya, dia setuju. 30 menit di bengkel, si tukang bengkel bilang akan sedikit lama, dan menghabiskan biaya yang lumayan. Oke!. aku setuju. Rocknroll-pun ku tinggalkan bersama mastukang. Sedangkan aku harus mengantarkan mas-mas penolong tadi ( maz taufiq ) untuk membayar tagihan telpon dengan kontribusi, dya pun bersedia mengantar ke rumah pacar saya. Nurdyansyah Akhmad Multazam. Waaaah,,gila ya pemirsa,, maz taufiq ini ternyata Apik'an banget sama aku. Dengan senang hati aku mengantar ke Telkom,,dan setelah itu bertolak ke rumah si pacar.
Sampai di sana aku memulai kebingunganku. Jam 2 harus Mengerjakan tugas Pengantar pendidikan dan kuliah yang di pindah se-enak jidat ama si dosen,,tapiii jam 3 aku harus Siaran. Lalu,,jam 12.57 aku sms si prodgirl untuk menanyakan nomer Hape para Dj lainnya. setelah sampai balasan darinya, aku pun mulai berjuang untuk mencari pengganti. Tapi sayang,, dari 12 Dj yang aku contact ternyata 4 orang membalas dan menyatakan tidak bisa, lainnya tidak me-respect sms SAMA SEKALI. Setelah itu aku kirim lagi pertanyaan untuk si prodgirl ;
Aku berangkat dari rumah dengan "sirocknroll", kemudian dengan nada menyepelekan aku menunda keharusan untuk segera men-charge bensin, melewatkan sebuah pom bensin dan berlagak mensugesti sirocknroll agar bertahan sampai ke tujuan. Tapi,,tiba-tiba dia ngadat di pinggir jalan. Waduh'....bensin'e entek. Piye kie? Celingak-celinguk barang dua tiga menit, aku melihat ada yang menjual bensin eceran. Aku memutuskan untuk menggiringnya ke sana. Sampai. Daaann,,,dia di beri suplemen-nya. Trrrkkkk...! Trrrrkkk! Mmmmm...rocknroll tetap TIDAK menyala. wow! kamu ngambek yaaa? pikirku. Aku berjuang mati-matian dengan cara "diselo",,tetep ora murup lek. Waduh'..Sial sekali pemirsa dia ternyata tak seindah bodynya. hahaha. Kebetulan ada mas-mas yang tadi tanpa sengaja sedikit tersenggol motornya. Dia melihatku. Senyum sampai akhirnya menghampiriku dan menawarkan tindakan pertolongan pertama. Tapi, sudah sekitar 10 menit dia me-nyelo,,tak kunjung hidup juga. Akhirnya dia membujuk untuk mengantar saya pulang dengan motor di-dorong olehnya. Arrrgh! Tidaaakk. Benar saja,, aku lebih suka dia mendorongkan rocknroll sampai ke bengkel di banding ke rumah, pikirku, karena tidak akan menyelesaikan permasalahan jika aku bawa pulang.
Akhirnya, dia setuju. 30 menit di bengkel, si tukang bengkel bilang akan sedikit lama, dan menghabiskan biaya yang lumayan. Oke!. aku setuju. Rocknroll-pun ku tinggalkan bersama mastukang. Sedangkan aku harus mengantarkan mas-mas penolong tadi ( maz taufiq ) untuk membayar tagihan telpon dengan kontribusi, dya pun bersedia mengantar ke rumah pacar saya. Nurdyansyah Akhmad Multazam. Waaaah,,gila ya pemirsa,, maz taufiq ini ternyata Apik'an banget sama aku. Dengan senang hati aku mengantar ke Telkom,,dan setelah itu bertolak ke rumah si pacar.
Sampai di sana aku memulai kebingunganku. Jam 2 harus Mengerjakan tugas Pengantar pendidikan dan kuliah yang di pindah se-enak jidat ama si dosen,,tapiii jam 3 aku harus Siaran. Lalu,,jam 12.57 aku sms si prodgirl untuk menanyakan nomer Hape para Dj lainnya. setelah sampai balasan darinya, aku pun mulai berjuang untuk mencari pengganti. Tapi sayang,, dari 12 Dj yang aku contact ternyata 4 orang membalas dan menyatakan tidak bisa, lainnya tidak me-respect sms SAMA SEKALI. Setelah itu aku kirim lagi pertanyaan untuk si prodgirl ;
Aku ; "langit, 4 orang gabisa, sisanya ga da yang bales..trus piye dek?"
Langit ; "coba cari lagi deh,cayo.."
trusss mencari...
pukul 14.17
Aku ; Langit gada yang respect.
Langit ; Te2p cari lagi,ngomong aja yg suruh aku.
Aku mulai sedikit heran dan tentunya kesal. Aku melewatkan tugas pengantar pendidikan dan berjanji untuk menggantinya nanti malam, tapi kelasku??..argh! sepertinya aku mulai merasa di tuntut untuk memilih kuliahku dan Siaran. Ups! pendidikan tetep no.1 donk..akhirnya aku memutuskan untuk tetap ke kampus dan menyerah dengan siaranku hari itu.
pukul 16.38 - si prodgirl masih sms dgn nada sedikit membentak.
Langit ; D usahain cari ganti!!! Cz yang penting on air, yang kita butuh PROFESIONALISME.
Aku mulai berang dengan Sms-mu wahai adek kelas.
Aku ; Aq udah cari ganti langit, tapi klo gada yang respect gimana, maaf ya klo aku blm bisa se-profesional itu..
kurasa itu kata-kata terbaikku dengan seseorang yang menulis sms dengan tiga tanda seru, dan sebuah kata yang sakral yaitu "profesionalisme"..Jadi jangan salahkanku jika suatu hari kamu harus menarik lagi kata-katamu itu menjadi sebuah penyesalan dan pelajaran baru. Karena mungkin starmon benar,,"kamu belum kebagian Ospek dariku". Itu yang sekarang sedang kutunggu-tunggu.
Prodgirl masih stay di inbox-ku..
Langit ; kita ga butuh alesan tapi bukti, klo mang gabisa tunggu keputusan dari SM dan Dirut.
Aku ; Yaudah.ga perlu tunggu keputusan. aku berenti siaran dari SEKARANG!
Langit ; Gabisa gitu juga, smuanya pake prosedur! besok tunggu rapat ulang.
7 menit kemudian..
Langit ; yawdah klo mank mo-nya gitu.
Oke langit. Makasih..kamu mengabulkan permintaanku untuk segera memilih jalan tanpa aku harus bingung. Tapi jujur, aku tersinggung seolah menjadi orang asing bagimu dan Moegaholic.fm-Mu itu. Mulai saat itu aku mengakhiri karierku dan kembali fokus dengan ambisi sebagai seorang guru.
Tapi, bolehkah aku menyampaikan pendapatku?
Dek..Profesional itu masi ada batasnya. Karena profesional itu hanya berlaku untuk manusia. Jadi saat ada sesuatu yang menjadi halangan, maka profesional akan tetap profesional walaupun itu bersyarat. Dan aku merasa bersalah tidak dapat membenahi sudut pandangmu terhadap kata sakral itu, bukan karena bentakanmu tadi, aku hanya takut kamu melakukan itu lagi terhadap orang lain yang lebih hebat dari-mu. Jika sampai seperti itu, Sakitnya menjadi untukmu. Bukan lagi untuk-ku. Ataupun untuk orang itu.
yapz...akhirnya aku donk..dengan sikap bete kamu kemaren...
ReplyDeletehah...dia [si adek kelas]
perlu privat profesinalisme...
insyaallah kalo aku g sibuk tak cariin dosen nya buat privat..
ckk..ckk.ckk..
mereka perlu lebih belajar lagi, terutama untuk berbicara komunikasi...dalam bekerja...bertindak dan memutuskan kata apa yang akan disampaikan saat terasa ada hal yang tidak diharapkan
sungguh ngiris melihat kebobrokan itu datang