aku mimpi buruk, itu mimpi yang paling buruk. Sesuatu yang klo aku tanya balik ke aku “siapkah aku?” aku akan jawab dengan lantang “belum,, aku belum siap untuk kehilangan beliau, orang kedua setelah ibuku yang ingin sekali kulihat tangisnya karna bahagia melihatku menyelesaikan tugasku.” Saat itu juga aku langsung bangun dan nagis gag karuan, tiba-tiba rasanya ada yang salah sama badanku, AKU DEMAM. Tiba-tiba aku merasa sangat merindukan mereka berdua. Ingin rasanya pagi itu aku duduk di depan TV menemaninya mengguntingi kertas-kertas foto ditemani secangkir teh. Tapi sayang itu tidak terjadi, aku sekarang terbaring lemas menghadap kertas bergambarkan mereka berdua dengan temperature tubuh yang kian memuncak. Argh…aku benci harus berbaring hanya karna suhu tubuh. Ingin aku melakukan sesuatu di luar sana. Upss,,tapi kenapa pandangan jadi kunang-kunang yang artinya aku tidak sanggup berjalan. Argh.. kuingat-ingat lagi,apa aku sudah mencelakai diriku sendiri? atau mungkin aku lupa untuk pantang makan sesuatu. Tapi..rasanya nggak! nggak salah maksudnya. “ES DAWET” yang aku panen di depan kampus kemaren itu. Masya Allah…itulah..manusia,,suka sengaja lupa untuk kesenangan sesaat. Inilah saatnya untuk berjuang mati-matian buat bisa ke kamar kamar mandi, karna pagi itu, perut juga udah gag bisa kompromi. Yah,layaknya pemain sinetron, aku keluar kamar jalan sambil menyapu dinding dengan jalan tertatih-tatih, muka menahan sakit, dan akhirnya sampai di daun pintu si kamar mandi.
Setelah selesai bersemedi, aku kembali ke singgasanaku, tempat tidur. Satu dua jam aku melanjutkan tidurku, kemudian terbangun lagi dan tergoda untuk menelpon starmonku. Sebenernya kita berdua sudah sepakat untuk menghabiskan hari itu dengan prosesi foto bersama, dan dia setuju pula untuk mengantarku belanja keperluan bisnis [ hmmmm??? ]. Yah aku sempat ragu untuk tetap pergi, tapi.. aku gag mungkin menghabiskan hari ini dengan istirahat. Akhirnya aku menelpon dengan berlagak tidak sedang terjadi apa-apa. hoho. Dia dateng juga. Kita jadi pergi. Dia cuma bilang, “kamu kok panas?” aku cuma senyum. Sebelum kita menempuh perjalanan dan menghabiskan rangkain acara, aku minta di beliin bakso. hoho. oke banget tuu. Setelah menghabiskan makanan bulet-bulet itu, akhirnya keringat mengucur juga. Seneng rasanya, jadi agak baikan. Nii demam, ape busung lapar??
Yaahh…aku jadi lupa sama mimpi buruk dan demam-ku.
lov u mom.lov u dad.lov u mon.
No comments:
Post a Comment