oh God! tulisan ini muncul waktu aku lagi kesel menggebu-gebu tapi tak dapat terlampiaskannya dengan benar. uhuhuhuhu :( menghadapi supermen ndablek a.k.a starmon yang kerap kali tidak menghargai barang-barang miliknya (bukan miliknya, tp sering dipake). pembahasan kali ini dimulai dari kunci motor yang SELALU menyita waktu sekitar 15 menit, setengah jam atau mungkin satu jam untuk mendeteksi keberadaannya cuma gara-gara supermen teledor dan hoby banget lempar barang sesuka hati alhasil dya hoby telat waktu lagi janjian ma orang lain actually sama aku. Dan unfortunately sekali saya adalah superwomen yang hoby ngambek klo janjian sama org tp gag on time, ditambah dengan kebiasaan 'lupa nge-charge' hapenya jadi kita gag bisa berbuat apa-apa walopun udah nunggu sejuta tahun lamanya sampai kulit kudisan mata panuan dan ngantuk ketiduran di sofa. itu merupakan penderitaan saya selama 1 tahun 7 bulan 20 hari ini. laporan pengaduan saya ke KOMNAS HAM juga akan menghabiskan daftar penderitaan yang lebih panjang lagi walau dengan jenis kekerasan yang sama.
Setelah saya pikir-pikir, si supermen ternyata bukanlah seorang pelupa, tapi dia adalah seorang makhluk yang tak punya rasa malu, tak punya rasa sayang, dan yang lebih keterlaluan lagi, dia tidak pernah menganggap penting semua barang ataupun orang yang dia punya. kalo orang bilang 'mungkin dia bakal sadar saat satu-persatu "kesayangannya" itu hilang kecuali saya. karena Saya seorang wonderwomen ndablek juga yang ingin menerapkan hidup profesional dengan tetap memperhatikan, menimbang dan menghargai serta memaklumi *mengelus-dada* atas setiap kesalahan, kekurangan, dan juga kebodohan si supermen, selain itu saya pun senantiasa melihat sisi-sisi positif dan kelebihan supermen yang selama ini menunjang semangat dan motivasi saya dalam bertahan mengarungi bahtera kehidupan yang sangat "ndablek". oke supermen mari kita tingkatkan profesionalitas kita..
oke..thats all..
thanks :) love u supermen ndablek..
Setelah saya pikir-pikir, si supermen ternyata bukanlah seorang pelupa, tapi dia adalah seorang makhluk yang tak punya rasa malu, tak punya rasa sayang, dan yang lebih keterlaluan lagi, dia tidak pernah menganggap penting semua barang ataupun orang yang dia punya. kalo orang bilang 'mungkin dia bakal sadar saat satu-persatu "kesayangannya" itu hilang kecuali saya. karena Saya seorang wonderwomen ndablek juga yang ingin menerapkan hidup profesional dengan tetap memperhatikan, menimbang dan menghargai serta memaklumi *mengelus-dada* atas setiap kesalahan, kekurangan, dan juga kebodohan si supermen, selain itu saya pun senantiasa melihat sisi-sisi positif dan kelebihan supermen yang selama ini menunjang semangat dan motivasi saya dalam bertahan mengarungi bahtera kehidupan yang sangat "ndablek". oke supermen mari kita tingkatkan profesionalitas kita..
oke..thats all..
thanks :) love u supermen ndablek..
No comments:
Post a Comment