Sunday, May 10, 2009

cinta nyata...

Aku bosan menunggu khilavmu hilang..
Aku abaikan kau dan bilang "maaf, marahku berlaku untuk kesalahan yang kerap terulang, selamat datang perpisahan, Aku cukupkan kelenjar air mataku untuk meluapkan amarah yang terpendam.."

Cinta,
Aku cukupkan saja rasaku yang begitu dalam.
Sampai ia tahu apa arti tersakiti..
Aku sudahi saja bangunan impian yang menjulang,
Sampai ia berhenti berkelebat dan bukan sekedar penenang..

Terimakasih untuk senyum dan lakonmu bagai dalang.
Tapi aku butuh perubahan.

Seperti trend yang selalu kembali ke awal lagi..
Selalu kau ulangi..
Lihat bagaimana lakonmu membunuh karaktermu secara perlahan..
Kau makan racunmu sendiri..

Terimakasih untuk waktumu saat berperan..
Habiskan saja indahnya hidup dalam kebohongan..
Habiskan saja senyum simpulmu untuk banyak pertunjukan..
Tapi jangan kau habiskan rasamu untuk sebuah pelampiasan..
Kamu harus tau cinta tak pernah maya,
Ia berdiri nyata diatas kepercayaan..

1 comment:

  1. kegagalan dirinya yang tak mampu membuka diri dan merubah sikap itulah yang menjatuhkannya ketempat yang sama untuk berulan g kali...

    sampai kapankah dirinya sadar bahwa hidup tak hanya bagaimana kita mendapatkan kebahagiaan, tapi bagaimana kita bisa membahagiaakan banyak orang.

    ReplyDelete