Kamu bukan lagi seorang "mawar" yang biasa aku kenal. Teman pertamaku di tempat ini, dimana aku melanjutkan luapan emosional untuk mencari arti "seseorang". Kamu bukan lagi teman yang dulu senang dengan celana jeans, kemeja, jilbab segitiga dan sepatu keds, itulah style saat pertama aku mengenalmu. Kamu bukan lagi teman seper-candaan yang biasanya membuatku tertawa tersengal-sengal. Kamu bukan lagi "mawar" itu. Kamu kini "mawar" yang lain. Kapan terakhir kita bercanda, dan saling ejek karena nama pacar kita ternyata sama?? haha:) aku bahkan sudah lupa.
Aku hargai saja keputusanmu untuk berubah, tapi satu yang aku sayangkan, kamu pergi tanpa basa-basi untuk tak ingin lagi berbagi, dan kamu biarkan kami berburuk sangka untuk sebuah planning hebatmu itu. Aku tidak menyangka, ternyata kami begitu berpengaruh buruk untuk seorang kamu yang akhirnya memikirkan perubahan lebih baik lagi. Lebih tepatnya, semua kamu lakukan begitu drastis di hadapan kami. Aku selalu tidak terima atas keputusan orang-orang dekatku untuk hengkang dan menjauhi aku. Hanya karena tiba-tiba kamu sadar kalau "ada juga buruknya si temanku ini (aku)". Huh. Padahal aku selalu terima dengan semua sifat jelek teman2ku walau ada banyak orang lain yang heran kenapa aku bisa berteman dengan mereka. Aku kurang suka meributkan tentang sifat jelek seseorang, bahkan aku tak berniat untuk mengubahnya. Karena aku takut membunuh karakternya. Lalu apa yang salah dengan perubahanmu yang semakin baik itu jika tetap berteman dengan kami? hahaha. Itu dia masalahnya, kamu anggap seolah kami sudah tak sepadan dengan-mu. Kini kamu seorang 'mawar' pendiam, senang mengenakan rok, kemeja jilbab langsung yang terurai serta sepatu wanita dengan kaos kaki, menjauhi orang-orang seperti kami, karena kamu baru sadar, kami ternyata tak bisa serius belajar atau mungkin kelewat panjang waktu kami untuk bercandaan? hah...kami ternyata gagal menjadi seorang teman.
Saya ucapkan selamatlah untuk sebuah perubahan hebat-mu itu. Semoga kamu betah dan bertahan, jika semua itu datang dari hatimu yang paling dalam. Selamat..selamat,,selamat...
Aku hargai saja keputusanmu untuk berubah, tapi satu yang aku sayangkan, kamu pergi tanpa basa-basi untuk tak ingin lagi berbagi, dan kamu biarkan kami berburuk sangka untuk sebuah planning hebatmu itu. Aku tidak menyangka, ternyata kami begitu berpengaruh buruk untuk seorang kamu yang akhirnya memikirkan perubahan lebih baik lagi. Lebih tepatnya, semua kamu lakukan begitu drastis di hadapan kami. Aku selalu tidak terima atas keputusan orang-orang dekatku untuk hengkang dan menjauhi aku. Hanya karena tiba-tiba kamu sadar kalau "ada juga buruknya si temanku ini (aku)". Huh. Padahal aku selalu terima dengan semua sifat jelek teman2ku walau ada banyak orang lain yang heran kenapa aku bisa berteman dengan mereka. Aku kurang suka meributkan tentang sifat jelek seseorang, bahkan aku tak berniat untuk mengubahnya. Karena aku takut membunuh karakternya. Lalu apa yang salah dengan perubahanmu yang semakin baik itu jika tetap berteman dengan kami? hahaha. Itu dia masalahnya, kamu anggap seolah kami sudah tak sepadan dengan-mu. Kini kamu seorang 'mawar' pendiam, senang mengenakan rok, kemeja jilbab langsung yang terurai serta sepatu wanita dengan kaos kaki, menjauhi orang-orang seperti kami, karena kamu baru sadar, kami ternyata tak bisa serius belajar atau mungkin kelewat panjang waktu kami untuk bercandaan? hah...kami ternyata gagal menjadi seorang teman.
Saya ucapkan selamatlah untuk sebuah perubahan hebat-mu itu. Semoga kamu betah dan bertahan, jika semua itu datang dari hatimu yang paling dalam. Selamat..selamat,,selamat...
tidak ada yang tidak berubah dalam kehidupan ini, semua nantinya akan berubah kecuali perubahan itu sendiri.
ReplyDeleteyang terpenting kita sudah berusaha menjadi teman yang baik.dan apapun yang terjadi dengan teman kita mudah-an kita bisa mengantarkannya menjadi lebih baik. Amin..
Pertanyaannya kapan kita juga bisa berubah menjadi lebih baik?
bayanganku jika saja dia tetap temanku mungkin secepatnya aku akan ikut berubah juga..
ReplyDeletetapi aku harus tunggu untuk bisa berubah sendiri..xixixi:)
maksud kamu...
ReplyDeleteteman berubah itu adalah keputusannya untuk mendapatkan apa yang terbaik dan paling baik baginya
bukan kita sebagai temanya yang mengatur keadaan seperti apa yang baik untuknya,kita hanya sebagai tempat mencari pendapat sesaat, tapi apa yang paling baik, adalah keputusannya untuk memilih.