Saturday, February 21, 2009

loving child is a must..

Ia sibuk menimba air, bukan dari sumur, tapi dari ember bekas cucian piring, kemudian dimasukkan ke dalam sebuah 'ketel' air. kesibukan yang lucu luar biasa. Ibunya yang sedari tadi sibuk melayani pengunjung angkringannya seperti tak peduli dengan keasyikan anak itu. Sesekali ia berlari, ia mungkin saja akan kembali membawa ranting untuk dibakar atau kertas koran.Ah' aku belum bisa menebak, dia mau ngapain ya?

Ia kembali datang melihatku yang sedang makan nasi kucing dagangan ibunya. Dia sedikit terpaku, yg jelas bukan karena aku terlihat cantik saat itu.haha. Kemudian ia menyunggingkan senyum lucunya. Aku ingin bisa berbicara dengannya, mengajaknya duduk bersamaku, dan mengajaknya bercanda. Tapi ia selalu datang,tersenyum,pergi lagi. Ia terlalu sibuk nampaknya. Terus terusan ia berlari, membawa apa saja yg ia temukan. Mungkin klo waktu itu dia bisa nangkep tikus, bakal dia gendong kali ya? hahaha...sesekali saat ibunya melihat anak ini sudah berlari terlalu jauh, ia pun mengejar dan menggendongnya lagi. Si anak ini lucu dan cantik luar biasa, sayangnya dia tampak kurang terurus. Aku jadi teringat dengan anak-anak yang kulihat beberapa wktu yang lalu saat aku ada di lampu merah. Segerombolan anak yang hidupnya di habiskan di pinggir jalan. Mulai dari anak punk, dan anak-anak kecil yang udah mulai minta-minta, atau mungkin sekedar ngelap motor orang yang lagi berhenti. Satu dari mereka adalah seorang anak perempuan, mungkin umurnya 5 tahun. Aku tidak begitu memperhatikan, tapi menurut starmon, dia udah mulai "nge-lem". hah? apa'an nii? tau dong lem kalengan cair warna kuning. Itu ternyata bisa buat mabok katanya. Klo dihirup dalem2. Itu sih, cara mabok paling murah. uhh'! sontak aku kaget. Anak seumuran dia udah bisa kyk gitu. Dunia emang makin sulit ya.

Dibandingkan dengan anak yg di lampu merah tadi, si anak ibu angkringan ini pasti jauh lebih bahagia. Dia masih punya ibu, ibunya masih jualan tanpa harus di lampu merah dan ikut minta-minta. Dan yang pasti seumuran mereka adalah waktu mereka merasakan bagaimana menjadi seorang anak yang mendapat kasih sayang orangtua.

Kesedihan itu selalu muncul setiap melihat mereka luntang-lanting di jalanan. Terimakasih tuhan sudah memberiku orangtua sebaik mereka, memberiku masa kecil yang cukup bahagia dan sampai sekarang aku dapat kebahagian yang mendekati sempurna.

Aku suka membayangkan bisa mengajak anak-anak ini jadi lebih baik dari sekarang. Inilah sebuah harapan....karena mencintai anak-anak itu adalah sebuah keharusan.

1 comment:

  1. he..he.. tau ga dzenk,aq slalu tertarik dengan apa yang kamu tulis.. Mulai dari fs smpe blog kamu nei.. Bunda Renjani ya,,?? numpang narsis boleh kaaann,,?? gimana kabar d Rohmah,,?? lama ga maen t4 Ibuk nei.. salam ya buat d Rohmah...

    ReplyDelete