Saturday, February 07, 2009

Love u dad..

Aku mulai bingung akan menuliskan apa. Karena ini kalimat yang ke-4 kalinya menjadi awal paragraph dari 3 paragraph yang sudah berulang kali aku hapus barusan. Mungkin aku sedang kalut teman. Aku tak menyangka begitu besar kesalahan yang aku buat hingga membuatnya marah bukan kepalang. Aku tau itu, walau beliau tak mengatakannya dengan lantang di hadapku. Yang jelas, Aku bahagia selama hampir 4 tahun ini anda mau memberikan kasih sayang seorang ayah. Padahal aku memiliki ayahku. Tapi anda pun ayahku. Hey!' aku ga bisa sesantai itu saat tau beliau marah padaku. Maaf atas semua sikapku yang keras kepala ini. Haha. Satu-satunya orang yang selalu "menyindir" dengan keras atas setiap apa yang aku langgar, itulah beliau. Tapi, sejauh ini mungkinkah aku hanya minta di perhatikan? karena mungkin aku sulit untuk mendapatkannya. Maaf ayah. Terkadang aku terlalu sulit mengerti kenapa ada yang senang memarahiku saat aku makan pedas? atau ada yang risih dan prihatin melihatku tak berjilbab?. hihi;) Aku tau. Karena beliau ayahku.

Kamu pernah dengar tentang pada siapa kamu harus berpegangan saat sedang terjatuh? mungkin itulah beliau. Aku selalu mengatakan mungkin jika di sini aku tak berpegang padanya atau jika aku tak minta untuk dididik olehnya aku sudah kehilangan pegangan. Ada satu orang yang bilang "aku beruntung ada yang memperhatikan."

Terimakasih atas sebait do'a untukku.. aku ingin kembali menulisnya untukmu ayah..
"Ya Allah.. yang sedang kuceritakan di blogku ini adalah Ayahku. Limpahkanlah rizki-Mu padanya. Bahagiakanlah ia. Kuatkanlah imannya. Perkayalah ia dengan ilmu. Hiasilah hatinya dengan kesabaran dan kasih sayang. Perindahlah fisiknya dengan kesehatan. Ampunilah dosanya. Jadikanlah ia ahli surgamu. Mudahkan segala urusannya, karena hanya Engkau yang memudahkan segala kesulitan. Jadikan ia hamba-Mu yang selalu kau ridhai dalam setiap langkah hidupnya. Amin ya rahman ya rahim."

Aku begitu takut tak dapat membalas semua kebaikannya. Aku selalu membayangkan saat aku menjadi "seseorang" ada seseorang yang harus selalu aku ingat kebaikannya. Dialah ayahku. Beberapa hari ini aku menjadi hafal dengan setiap raut mukanya saat mengajar di depan kelas beberapa waktu yang lalu. Kini aku menangis karena berani untuk tidak mendengar kata-katamu. Dulu..dimulai dari sekedar bercerita tentang ketidaknyamanku dan 2 teman sekelas atas sikap segelintir orang di kelas 1 SMA. Yah..dari situ seolah semuanya berjalan kebetulan. Beliau menunjukkanku tempat berorganisasi, memberikan lingkungan yang begitu hebat, bahkan memberiku makan, dan menolong atas setiap moment-moment kesulitan itu datang, serta mengizinkanku ada di tengah-tengah keluarganya. Beliau pula yang selalu menggendongku dalam keadaan pingsan dari lantai 1 ke lantai 2, Menjengukku saat sakit, Beliau sering menungguku pulang sekolah sampai senja datang, Beliau selalu mengantarku pulang selama 3 tahun tak terhentikan (sekarang beliau bilang suka lupa sudah tak mengantarku pulang), dan beliau satu-satunya orang yang pernah memujiku saat aku menang di sebuah perlombaan, Beliau yang mengajarkanku untuk tidak perlu menangisi keadaan, Beliaulah yang akan mengantarkanku menjadi seorang wanita yang tak terkalahkan. Terimakasih atas semua kebaikan anda.

Akan selalu aku ingat saat-saat itu. Aku ingin Anda tetap menjadi ayahku. Aku ingin tetap ada yang marah saat aku makan pedas, dan aku janji akan mengenakan jilbabku. Tapi, bolehkah aku minta sedikit waktu untuk itu? hehe;)

Terimakasih, karena Anda menjadi ayahku...
maaf atas setiap kerepotan-kerepotan yang telah aku ciptakan.

love u dad.

1 comment:

  1. ayah itu orang yang paling hebat, beliau mampu mengalahkan para suami2 diluar sana yang mempunyai lebih dari 4 istri bahkan bisa puluhan istri keudian mendapatkan banyak keturunan, namun beliau tanpa harus memiliki istri banyak beliau mempu mempunyai anak-anak yang sangat hebat dalam pertarungan dunia dengan setia tetap satu istri,

    beliau juga ayahku...

    ReplyDelete