Wanita muda itu terlihat mengernyitkan dahinya, dia sekarang menatap cermin. Kemudian tersenyum dan kembali mengernyitkan dahinya. Kali ini dia merasa tua. Dia menatap "nonong-nya" di lensa kamera sekarang. Melihat guratan keresahan dan kesedihan di wajahnya. Dia selalu begitu setiap paginya. Sebenarnya ia hanya memeperhatikan apakah kantung matanya menjadi kian parah?..Walau kadang ia bahagia menerima kenyataan banyak orang yang bilang mata itu membuatnya begitu mirip dengan si pacar (ssst...kata orang-orang itu pertanda jodoh,hehe ;) amiiinnn) Apa si wanita ini sedang terbelit masalah? [tanyanya sendiri] atau sedang sakitkah badan ringkihnya? Setelah itu ia melihat komedo berserakan di atas hidung jambunya, bekas jerawat-pun tak mau kalah, belum lagi dagunya itu lho..Dihiasi oleh bekas jahitan yang juga menjadi sarang jerawat tak bertanggung jawab. Ahh!' wajahku ini bak wajah seorang artist yang malas membersihkan muka setelah syuting seharian.
Ia memoleskan bedak, blush-on, dan lip gloss tipis-tipis. Bukan agar terlihat cantik, tapi untuk terlihat sedang sehat. Aku tidak pernah ingin menampakkan bibirku yang pucat membiru takut banyak orang akan kasihan dan menyangka aku kan segera di shalatkan. ahh!' lagi-lagi berangan-angan. Ia punya kebiasaan mengenakan make-up tepat di bawah jendelanya dimana terdapat pencahayaan yang sempurna disana.
Mengenakan kemeja lengan panjang, rok panjang, mengucir rambut, dan menutupinya dengan jilbab. Sekarang menggandakan dirinya lagi di cermin, dia sudah sedikit lebih mengkilap. Habislah resah, sedih, dan sakit si-wanita ini. Ia pergi dengan tawanya tiap pagi, dan kembali dengan semburat letih serta sakit itu lagi. Wanita ini....
Sungguh ia gila demi cita-cita. Sampai-sampai lambungnya menjadi korban atas cita-cita. Dan yang tak mau kalah lagi, bobotnya kian turun. Ia hampir tidak bertambah di tiap tahunnya, padahal orang-orang bilang ia masih bisa sedikit gemuk dan mempertinggi badannya. Wanita ini selalu penuh dengan semburat keresahan yang tak beralasan.
Wanita ini....
Pacarku,, maaf atas setiap wajah muramku ini ;)
Ia memoleskan bedak, blush-on, dan lip gloss tipis-tipis. Bukan agar terlihat cantik, tapi untuk terlihat sedang sehat. Aku tidak pernah ingin menampakkan bibirku yang pucat membiru takut banyak orang akan kasihan dan menyangka aku kan segera di shalatkan. ahh!' lagi-lagi berangan-angan. Ia punya kebiasaan mengenakan make-up tepat di bawah jendelanya dimana terdapat pencahayaan yang sempurna disana.
Mengenakan kemeja lengan panjang, rok panjang, mengucir rambut, dan menutupinya dengan jilbab. Sekarang menggandakan dirinya lagi di cermin, dia sudah sedikit lebih mengkilap. Habislah resah, sedih, dan sakit si-wanita ini. Ia pergi dengan tawanya tiap pagi, dan kembali dengan semburat letih serta sakit itu lagi. Wanita ini....
Sungguh ia gila demi cita-cita. Sampai-sampai lambungnya menjadi korban atas cita-cita. Dan yang tak mau kalah lagi, bobotnya kian turun. Ia hampir tidak bertambah di tiap tahunnya, padahal orang-orang bilang ia masih bisa sedikit gemuk dan mempertinggi badannya. Wanita ini selalu penuh dengan semburat keresahan yang tak beralasan.
Wanita ini....
Pacarku,, maaf atas setiap wajah muramku ini ;)
No comments:
Post a Comment