Berlonjak dari tempat tidur karena kaget dengan suara sesuatu, akhirnya betul-betul tak bisa memejamkan mata ini lagi. Turun ke bawah menuju Dapur tanpa RAUP ( cuci-muka, xp; ), kulihat ia tidak hadir di ruang kerjanya, "si mbak Dewi". Yah,,ternyata pagi ini dya selesai lebih cepat dari biasanya. Aku duduk di meja makan melihat sekelebat bayangan di meja itu, yah..itu AKU! bayanganku sendiri maksudnya. Tapi ini terlalu gerah untuk ukuran pagi hari. Rencana untuk berjemur pun akhirnya akan terlaksana, Pasalnya badan udah berasa tidak harmonis. Maaf mon, aku gag bilang tadi malem kalo aslinya aku pun sedang kurang sehat, feelingku sama seperti saat aku diare waktu itu ( hehe ). Tanpa bermaksud berbohong, hanya saja aku tak ingin menunda rencana kita melihat si adek baru. Sepertinya ini efek dari kurang tidurku beberapa hari belakangan ini, dua malam berkutat dengan tugas makalah Pengantar Pendidikan membuatku terpaksa memotong jatah tidur tak seperti biasanya. Tapi cukup tergantikan dengan presentasi yang luar biasa dari aku dan 4 sahabat sekaligus teman kelompok belajarku. Sedikit cerita tentang presentasi, Aku berdiri dengan pose paling oke untuk sebuah presentasi di depan lebih kurang 80 mahasiswa semester 1 dan beberapa repeater tentang keadaan pendidikan Indonesia, dan topik makalah yang kami pilih adalah tentang "Liberalisasi Pendidikan". Yang jelas, presentasi itu berjalan dengan khidmat dan tentunya laris oleh beberapa orang yang mengajakku berdiskusi. Sampai-sampai ada yang salting dan bingung harus bertanya apa, dia akhirnya melontarkan pertanyaan yang cukup biasa, "Mengapa anda memilih topik liberalisasi pendidikan untuk tugas ini?". Spontan saja aku hampir terbahak mendengarnya, dan menjawab "soalnya saya yakin di antara anda tidak akan ada yang membawakan topik ini" sambil mengucap terimakasih dan akhirnya menutup presentasi. Jawaban yang cukup angkuh. hehe. .
Aku keluar. Berdiri di bawah plang GA, lebih tepatnya itu adalah sebuah gapura pintu masuk. Mendongak. Ups!' Mendung??? waaaahh. Bakal seru kayaknya. Batal berjemur. Kali ini aku tetap di tempat, tidak untuk berjemur, tapi menunggu hujan.
Lama menunggu, akhirnya aku memutuskan untuk masuk rumah lagi. Duduk di meja makan lagi. Daaaann....hujan akhirnya datang. Aku tersenyum senang rasanya melihat bayangan itu lagi. Kali ini bukan bayanganku, tapi bayangan hujan. Kemudian aku beranjak ke kamar mandi, dan dilanjutkan dengan membuat dadar telur sampai akhirnya menikmati sarapan. Mon, aku senang melihat bayangan hujan di meja sarapan. Rasanya seperti tahun lalu, saat kamu selalu bilang sedang menunggu hujan. Dan aku melihat bayangan hujan di meja belajar kelasku. Tampaknya keinginan kita untuk menunggu hujan selalu membuahkan hasil, membutakan langit. Karena hujan itu datang untuk keinginan, TIDAK ada awan mendung, walaupun matahari menampakkan diri tapi kemudian mengalah untuk ingin-mu. Begitu pun mimpi-mu. Untuk sebuah mimpi dan cita-cita kurasa takdir pun akan mengalah untuk innginmu, Karena melihat semangat dan yakinmu. KAMU HEBAT!!, mampu membutakan langit. hehe;)
Aku keluar. Berdiri di bawah plang GA, lebih tepatnya itu adalah sebuah gapura pintu masuk. Mendongak. Ups!' Mendung??? waaaahh. Bakal seru kayaknya. Batal berjemur. Kali ini aku tetap di tempat, tidak untuk berjemur, tapi menunggu hujan.
Lama menunggu, akhirnya aku memutuskan untuk masuk rumah lagi. Duduk di meja makan lagi. Daaaann....hujan akhirnya datang. Aku tersenyum senang rasanya melihat bayangan itu lagi. Kali ini bukan bayanganku, tapi bayangan hujan. Kemudian aku beranjak ke kamar mandi, dan dilanjutkan dengan membuat dadar telur sampai akhirnya menikmati sarapan. Mon, aku senang melihat bayangan hujan di meja sarapan. Rasanya seperti tahun lalu, saat kamu selalu bilang sedang menunggu hujan. Dan aku melihat bayangan hujan di meja belajar kelasku. Tampaknya keinginan kita untuk menunggu hujan selalu membuahkan hasil, membutakan langit. Karena hujan itu datang untuk keinginan, TIDAK ada awan mendung, walaupun matahari menampakkan diri tapi kemudian mengalah untuk ingin-mu. Begitu pun mimpi-mu. Untuk sebuah mimpi dan cita-cita kurasa takdir pun akan mengalah untuk innginmu, Karena melihat semangat dan yakinmu. KAMU HEBAT!!, mampu membutakan langit. hehe;)
No comments:
Post a Comment